Sabtu, 08 Desember 2012

Agnes Monica, Inspirasi Anak Muda Indonesia

    Agnes Monica, artis Indonesia multi talenta, patut menjadi inspirasi anak muda Indonesia dengan segala puncak popularitas, tren gaya dan penampilannya, juga sederet prestasi yang sudah diperoleh di umurnya yang masih muda. Melansir lagunya yang berjudul Muda (Le O Le O) adalah gambaran dari apa yang telah ia torehkan selama hidupnya di dunia entertainment. Muda, enerjik dan pantang menyerah. Setelah merilis Single terakhirnya, Rindu, yang galau maksimal itu memang Agnes Monica semakin disibukkan dengan proyek Go International-nya, dan menjadi juri sebuah ajang pencarian bakat di salah satu stasiun televisi swasta. Kini Agnes mengobati kegalauan para peminatnya dengan meluncurkan Single terbaru bertajuk Muda (Le O Le O) pada 9 November lalu.

    Agnes Monica Muljoto, lahir di Jakarta pada 1 Juli 1986; umur 26 tahun, adalah seorang penyanyi dan artis berkebangsaan Indonesia. Memulai karier di industri hiburan pada usia enam tahun sebagai seorang penyanyi cilik. Agnes telah merilis tiga album anak-anak yang berhasil mengantarkan namanya ke deretan penyanyi cilik populer di era 1990-an. Selain bernyanyi, ia juga menjadi presenter di beberapa acara televisi anak-anak. Saat menginjak usia remaja, Agnes mulai terjun ke dunia seni peran. Penampilannya di sinetron Pernikahan Dini (2001) berhasil melambungkan namanya. Agnes kemudian membintangi sederet sinetron yang menjadikannya artis remaja dengan bayaran termahal saat itu.



    video

    Pada tahun 2003, Agnes merilis album dewasa pertamanya yang berjudul And the Story Goes, yang kembali melejitkan namanya di industri musik Indonesia. Kesuksesannya di tanah air mendorong Agnes memasang target untuk bisa berkarier di kancah internasional. Pada album keduanya yang dirilis pada tahun 2005, Whaddup A'..?!, ia menggandeng penyanyi asal Amerika Serikat Keith Martin untuk berkolaborasi. Agnes juga terlibat dalam syuting dua serial drama Asia, The Hospital dan Romance In the White House di Taiwan. Agnes berhasil meraih penghargaan dua tahun berturut-turut atas penampilannya di ajang Asia Song Festival di Seoul, Korea Selatan, pada tahun 2008 dan 2009. Pada album ketiganya, Sacredly Agnezious (2009), Agnes mulai terlibat sebagai produser dan penulis lagu. Pada tahun 2010, ia diangkat sebagai salah satu juri pada ajang pencarian bakat Indonesian Idol. Agnes juga menjadi salah satu pemandu acara pada karpet merah pegelaran American Music Awards 2010 di Los Angeles, Amerika Serikat.


    Benar-benar prestasi yang patut diacungi jempol. Kerja keras dan semangatnya melahirkan banyak prestasi yang dapat di contoh anak muda Indonesia untuk maju dalam bidang apapun asalkan kita mau berusaha dan pantang menyerah. Di setiap kesempatan, Agnes Monica selalu mengatakan kerja keras adalah kunci suksesnya di dunia hiburan.  Karena rasa tidak puas itu membuat seseorang harus tetap berjuang. Saya begitu terinspirasi dari kata-katanya di salah satu media online yang mengatakan  "Pokoknya kita harus kerja 20-30 kali lipat dari orang lain."  Hal itu lah yang tercermin di setiap penampilan seorang Agnes Monica di atas panggung. Konsistensi dan menjaga semangat untuk meraih kesusksesan di level internasional mengantarkannya dikenal hingga manca negara. Ia berhasil membawa pulang Shorty Awards, penghargaan di mana di dalamnya tersebut juga nama-nama seperti Justin Bieber dan Lady GaGa. Ditengah semangat dan keuletan Agnes yang tak pernah kendur, mantan pembawa acara 'Tralala-trilili' ini terus menjadi obyek kritikan infotainment dan beberapa media tanah air. Meski begitu, cacian ataupun ngomongan miring tentang dirinya tak begitu digubris. Terus maju, dan membiarkan para haters berbicara, Agnes tetap jaya.


    " Tidak ada satu pun di dunia ini yang "original" tanpa pengaruh dari hal lainnya. Saya beruntung lahir dan dibesarkan di Indonesia (specifically Jakarta) di zaman ini di mana kita (dalam hal ini Indonesia) sangat terbuka dengan proses globalisasi. Budaya Timur dan budaya Barat saling memengaruhi, ya begitu keadaannya. Intinya, adanya pengaruh antarbudaya jangan dianggap sebagai "budaya yang berbenturan", tapi anggaplah sebagai budaya yang "saling melengkapi". Ambil yang baik dari budaya-budaya tersebut dan tinggalkan yang negatif. Jadi, ya, saya ini adalah produk Indonesia dan produk era globalisasi.[46]
    http://life.viva.co.id/news/read/348238-keluarga-agnes-monica-jenguk-rezky-aditya
    Yap, gayanya yang cenderung terlihat kebarat-baratan dan terkadang nyeleneh, Agnes tetap tampil menunjukan citra diri yang begitu mandiri dan energik. Memang, adanya budaya yang masuk ke indonesia saat ini bukan untuk dihindari dan ditolak mentah-mentah. Ambil yang positif dan tinggalkan yang negatif. Apakah itu ilmu, cara pandang, penampilan ataupun kemampuan. That's right!. Ayo, pemuda Indonesia pasti bisa...Tunjukan Karyamu dan Raih Prestasimu..!

    Sumber:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Agnes_Monica 
    http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/agnes-monica-kerja-keras-20-kali-lipat.html

    • <iframe src="http://news.viva.co.id/iframe/kabarterbaru" frameborder="0" scrolling="no" height="475px" width="300px"></iframe>
    • <iframe scrolling="no" width="300" height="500" frameborder="0" src="http://www.gonla.com/widget/?pcode=1&key=87527953ed906233a8cda4490d63edb5&vlogid=pipitfebri"></iframe>

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar