Rabu, 09 Januari 2013

Film "The Impossible", Kisah Nyata Tsunami 2004


Film yang dibuat berdasarkan kisah nyata tentang bencana tsunami di Aceh pada bulan Desember 2004 lalu. The Impossible adalah film produksi Spanyol dengan disutradarai oleh Sutradara Spanyol Juan Antonio Bayona. The Impossible sudah tayang di Spanyol tanggal 12 Oktober 2012, dan menyusul setelahnya di negara-negara lain termasuk Indonesia. Adegan saat bencana tsunami terjadi di Thailand ditampilkan sangat detail sekali dengan spesial efek yang canggih dalam film ini. Melansir Liputan Feature VOA yang tayang pada tanggal 8 Januari 2013 tentang Film Tsunami, The Impossible. Film "The Impossible" mengangkat kisah tentang bencana alam Tsunami sembilan tahun silam, dengan korban meninggal dunia mencapai 230 ribu orang meninggal dunia. Alur cerita diangkat dari kisah nyata korban selamat. Film ini berhasil meraih banyak penghargaan, termasuk dalam Festival Film Hollywood untuk kategori Pemeran Terbaik. Simak dalam liputan VOA berikut ini.





Masih lekat dalam ingatan warga dunia, saat sebagian kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara porak-poranda diterjang tsunami, 26 Desember 2004. Musibah yang tercatat sebagai salah satu bencana alam terbesar ini pun memakan korban jiwa hingga 200 ribu lebih. Tak sedikit pula mereka yang berhasil bertahan hidup dan lolos dari maut. Salah satunya sebuah keluarga yang terdiri atas sepasang suami istri serta tiga anak laki-laki mereka. Selang delapan tahun, kisah haru keluarga ini diangkat ke layar lebar oleh sutradara asal Spanyol, Juan Antonio Bayona. 

Dalam film berjudul The Impossible tersebut, Maria (Naomi Watts) dan Henry (Ewan McGregor) berperan sebagai pasangan suami istri. Dikisahkan, Maria dan Henry serta ketiga anak laki-laki mereka menghabiskan liburan di Thailand. Mendadak, liburan yang awalnya menyenangkan itu berubah kelam saat tsunami menerjang hotel, Minggu pagi, 26 Desember 2004. Ketika keluarga ini bersantai di sekitar kolam renang setelah perayaan Natal mereka pada malam sebelumnya, terdengar raungan mengerikan dari pusat bumi. Air laut tiba-tiba meluap dan menghanguskan bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya. Kisah pun berlanjut pada perjuangan masing-masing anggota keluarga untuk bertahan hidup. The Impossible, film yang menyuguhkan sisi keberanian dan belas kasih. Semuanya terangkum dalam satu cerita yang intim dan epik.

Berdasarkan kisah nyata, "The Impossible" adalah kisah yang tak terlupakan dari sebuah keluarga dengan puluhan ribu orang asing, terperangkap dalam salah satu bencana alam terburuk di zaman kita, Tsunami. Dengan keberanian dan semangat yang dimiliki Maria dan keluarganya, akhirnya mereka dapat bertemu kembali setelah sempat terpisah selama berjam-jam. Film ini menjadi salah satu museum sejarah yang bisa kita lihat secara langsung agar mengingatkan generasi kita bahwa pernah terjadi bencana alam yang maha dahsyat di Aceh - Indonesia dan belahan dunia lain yakni kawasan Asia. Tragis, epik, menggugah, dan mengharukan. 

Tidak hanya itu, di Indonesia, kini terdapat Museum Tsunami Aceh di Jalan Iskandar Muda, Banda Aceh, untuk mengenang kejadian dahsyat termasuk para korban yang tercantum dalam bangunan Museum. Museum ini buka setiap hari (kecuali Jumat) pukul 10.00-12.00 dan 15.00-17.00. Bangunannya bergaya rumah panggung ini cukup unik karena apabila dipandang dari jarak jauh menyerupai kapal laut dengan cerobongnya. 







"Temukan lorong sempit yang gelap dimana di sisi kiri dan kanannya ada air bergemuruh, kadang memercik pelan, kadang bergemuruh kencang. Sesaat suara-suara tersebut akan mengingatkan Anda pada kejadian tsunami pada 26 Desember 2004 di Banda Aceh dan sekitarnya." Subhallah...Maha Suci Allah swt. Semoga para korban tsunami mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya. Aamiin.


Sumber:

http://www.voaindonesia.com/media/video/1576084.html?z=0&zp=1 
http://www.indonesia.travel/id/destination/659/museum-tsunami-aceh

Selasa, 08 Januari 2013

Balet Bagi Tumbuh Kembang Anak

http://foto.news.viva.co.id/read/4319-aksi-para-balerina-cilik

Anak adalah aset penting bagi keluarga. Usia belia adalah usia emas yang sangat baik untuk mendorong pertumbuhannya baik dari segi fisik maupun mental. Maka itu, stamina dan kreatifitas anak sejak usia dini perlu diasah. Salah satu caranya yakni dengan mengajarkan mereka olahraga sekaligus teknik tarian yang sering disebut balet. Balet merupakan olahraga yang menggabungkan gerakan tubuh yang mengikuti irama ketukan.


Balet adalah nama dari salah satu teknik tarian. Karya tari yang dikoreografi menggunakan teknik ini dinamakan balet, dan meliputi: tarian itu sendiri, mime, akting, dan musik (baik musik orkestra ataupun nyanyian). Balet dapat ditampilkan sendiri atau sebagai bagian dari sebuah opera. Balet terkenal dengan teknik virtuosonya seperti pointe work, grand pas de deux, dan mengangkat kaki tinggi-tinggi. Teknik balet banyak yang mirip dengan teknik anggar, barangkali karena keduanya mulai berkembang dalam periode yang sama, dan juga karena keduanya membutuhkan teknik keseimbangan dan pergerakan yang mirip.

Sejarah balet
Balet berakar pada acara pertemuan para ningrat Italia pada masa pencerahan. Selanjutnya, balet dikembangkan dalam ballet de cour, yaitu dansa sosial yang dilakukan bersama musik, pidato, berpuisi, nyanyian, dekor, dan kostum oleh para ningrat Prancis. Balet kemudian berkembang sebagai bentukan seni tersendiri di Prancis pada masa pemerintahan raja Louise XIV yang sangat mencintai seni tari dan bertekad untuk memajukan kualitas seni tari pada masa itu. Sang raja mendirikan Académie Royale de Danse pada tahun 1661, dan pada tahun yang sama, balet komedi karya Jean-Baptist Lully ditampilkan. Bentuk balet awal berupa sebuah seni panggung di mana adegan-adegannya berupa tarian. Lully lalu mendalami balet opera dan mendirikan sekolah untuk mendidik penari balet profesional yang berhubungan dengan Académie Royale de Musique. Di sekolah tersebut, sistem pendidikannya berdasarkan tata krama ningrat.


Di kota Palembang, saat ini peminat balet cukup diminati anak-anak, meskipun bukan hanya untuk anak-anak saja. Salah satunya di Yuliana Ballet School Palembang. Sejak berdiri 4 tahun yang lalu, banyak orang tua yang mempercayakan anak-anak mereka untuk belajar balet. Dengan bersertifikat yang diakui internasional, Royal Academy of Dance dari London, murid-murid yang memiliki bakat balet secara profesional dapat mengikuti kompetisi di seluruh negara.




Meski balet belum banyak dikenal masyarakat, sekolah balet mulai diminati masyarakat. Balet cocok untuk anak-anak karena dapat meningkatkan rasa percaya diri, kecerdasan, konsentrasi dan stamina anak. Apalagi ditunjang dengan guru balet yang profesional dan disiplin dapat melahirkan balerina kecil yang profesional. Berikut ini manfaat lain belajar balet bagi tumbuh kembang anak;

・    Gerakan balet yang lentur dan gemulai dapat membentuk karakter anak lebih sabar dalam mengendalikan emosi serta keinginannya.
・    Les balet memberikan kecerdasan sosial bagi anak karena secara tidak langsung mengajarkan mereka untuk pandai bersosialisasi, berkelompok, dan bekerjasama.
・    Banyak menghapal gerakan tari akan meningkatkan daya nalar dan daya ingat anak.
・    Balet membuat anak belajar berpikir kreatif dan dapat memecahkan masalah dengan cara membayangkan berbagai alternatif solusi yang ada.
・    Belajar balet membuat anak lebih fokus konsentrasi dalam suasana apapun, dan berpikir lebih mengutamakan praktek dari pada teori, ini merupakan bekal untuk masa depan nya.
・    Banyak bertemu orang ketika pementasan akan meningkatkan rasa percaya diri anak.
・    Sering melakukan pertunjukan, mengajarkan anak mengatasi rasa takut, sehingga dapat membangun karakter anak yang kuat, tahan banting dan berani mengambil resiko dalam hidup nya kelak.
・    Semakin sering melakukan pentas akan membuka banyak kesempatan berharga, dapat memperkaya hidup mereka di masa depan dengan mengikuti berbagai ajang perlombaan balet baik nasional maupun internasional.
・    Menurut guru besar balet Farida Oetoyo, dalam tema pementasan balet selalu diajarkan serta disisipkan sikap kebaikan hati, rasa pemaaf dan ini akan membentuk kecerdasan spiritual anak.


Begitu banyak manfaat belajar balet bagi pembentukan karakter anak , jadi bila bisa memberikan pelajaran balet sebagai kursus alternatif  bagi anak sangatlah penting.  Balet tidak hanya mengedepankan aspek seni, tapi juga untuk perkembangan kesehatan; membentuk tubuh menjadi lebih baik, serta yang terpenting pembentukan karakter positif sang anak. Nah, Bunda tidak ada salahnya kan untuk memasukan anak di kursus balet. Tapi yang terpenting juga dukungan keluarga dalam mengasuh anak dengan baik untuk membentuk karakter dan mengarahkan kepribadian anak lebih baik lagi.



Sumber:
Liputan di Yuliana Ballet School Palembang 2011
http://id.wikipedia.org/wiki/Balet
http://kelasbalet.blogdetik.com/2011/04/11/benarkah-balet-membentuk-karakter-anak/

Senin, 07 Januari 2013

Filosofi Empat Musim di Jepang

Foto Koleksi : Wahidi Eko Purwanto; Kuil Sensoji Nagano-shi, Nagano, Japan
Negeri Jepang yang terkenal dengan sebutannya sebagai Negeri Matahari terbit memang pantas disandangnya. Mempunyai empat musim dengan ragam aktifitas warganya. Rakyat Jepang begitu menikmati petanda-petanda perubahan musim dan  perkembangannya. Empat musim yang ada di negara Jepang sebagai negara di Asia Timur ini membuat masyarakat Jepang disiplin akan pola kehidupan yang mengharuskan mereka untuk mempersiapkan kebutuhan hidup sebelum memasuki musim berikutnya. Kedisiplinan dan ketangguhan cara hidup masyarakat Jepang inilah yang pantas dicontoh oleh Indonesia sebagai negara berkembang. Lihat saja meski diterjang gempa berkali-kali, masyarakat  disana seperti sudah terbiasa untuk berjuang hidup tanpa bermalas-malasan menunggu bantuan datang. Selain itu, adanya empat musim di Jepang membawa berkah tersendiri bagi geliat penduduk asli ataupun pendatang. Diawali dari musim semi (bunga), musim panas, musim gugur, hingga musim dingin (salju) dan berputar seterusnya. Berikut ini ragam aktifitas masyarakat di negeri Sakura yang saya rangkum dari cerita seorang teman yang bekerja di Jepang.


Musim Semi

Musim semi di Jepang identik dengan keberadaan bunga sakura di hampir seluruh penjuru Jepang. Rona kebahagiaan setiap musim semi datang di Jepang begitu terpancar pada setiap penduduk di sana. Suhu dingin mulai beranjak menghangat, bunga-bunga pun mulai bermekaran indah, bunga sakura akan mewarnai penjuru Jepang dengan warna-warninya.  Jika bunga sakura mulai merekah, banyak orang mulai dari penduduk asli hingga wisatawan mancanegara keluar rumah untuk menikmati indahnya bunga sakura. Ada yang sekedar duduk-duduk bersama teman, atau keluarga, ada yang memanfaatkan untuk foto prewedding, hingga para fotografer yang ingin mengabadikan sakura dalam bidikan kamera.

Foto Koleksi : Wahidi Eko Purwanto; Musim Bunga

Sakura berasal dari kata "Saku" (bahasa Jepang yang artinya "mekar") ditambah dengan akhiran yang menyatakan bentuk jamak "ra". Dalam bahasa Inggris, bunga Sakura disebut cherry blossom. Sakura merupakan bunga nasional negara Jepang yang mekar pada musim semi (awal April hingga akhir April). Bagi orang Jepang, bunga Sakura merupakan simbol penting yang kerap diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, sehingga kita dapat menemukan lambang bunga Sakura di mana saja di Jepang -pada barang-barang konsumen seperti kimono, alat-alat tulis dan peralatan dapur. Bunga Sakura juga merupakan simbol untuk mengekspresikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan dan kegembiraan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal bagi masyarakat Jepang. Sakura jenis someiyoshino adalah bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Bunga sakura jenis someiyoshino hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok.

Foto Koleksi : Wahidi Eko Purwanto; Musim Bunga

Musim Panas
 

Musim panas di Jepang berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus. Dimana - mana masyarakat mengadakan Omatsuri ( festival ) musim panas. Festival musim panas disebut Tanabata. Malam hari para anak muda memakai yukata, sejenis kimono warnanya lebih mencolok dipakai pada musim panas, lengkap dengan uchiwa (kipas) dan geta (sandal kayu) adalah busana yang tepat untuk pergi ke festival (natsu matsuri) di kuil. Festival ini diramaikan dengan pedagang-pedagang yang berderet di sepanjang jalan yang diterangi ratusan chuochin (lampion). Mulai dari pedagang makanan ringan seperti jagung ataupun makanan tradisional Jepang seperti unagi. Unagi, sejenis menjadi makanan penjaga stamina di musim panas yang bersuhu tinggi. Dagingnya kaya dengan protein, asam lemak, dan vitamin A. Teh hijau yang disajikan bersama unagi menjadi pasangan tepat untuk menambah stamina dan kesehatan. Festival juga diramaikan dengan berbagai permainan tradisional hingga permainan kembang api.

Foto Koleksi : Wahidi Eko Purwanto; Permainan Tradisional
Foto Koleksi : Wahidi Eko Purwanto; Musim Panas

Musim Gugur
Kenapa gugur? Karena pendeknya siang hari dan penurunan intensitas sinar matahari di musim gugur, daun mulai melakukan proses pengguguran. Ketika dedaunan di pohon sudah mulai kering dan berjatuhan. Ketika pepohonan taman kota sudah berganti warna menjadi kuning kemerahan. Hal ini menjadi pertanda musim gugur telah tiba. Musim gugur sangat dinantikan banyak orang, karena udaranya sejuk, badan terasa segar setiap saat. Terik matahari pun tidak begitu panas dan udara juga tidak begitu dingin. Sama seperti saat musim semi, dua musim yang selalu dinanti-nantikan di Jepang. Musim gugur di Jepang, banyak hal unik yang dapat kita nikmati keindahannya. Momiji atau daun merah yang indah menawan merupakan satu dari sekian banyak daya tarik musim gugur. Tak jarang, para pendatang termasuk warga Indonesia yang bekerja di Jepang tidak ketinggalan mengabadikan setiap momen pergantian musim di Jepang. Dedaunan yang mulai memerah pun menjadi objek bidikan kamera.



Foto Koleksi : Wahidi Eko Purwanto; Bunga pada Musim Gugur

Rabu, 02 Januari 2013

Potret Rumah Terapung di Sungai Musi Palembang

http://www.anneahira.com/interior.htm
Meski sudah jarang, keberadaan rumah terapung di tepian sungai musi Palembang hingga kini masih terjaga. Beberapa warga Palembang masih memanfaatkan rumah terapung untuk tempat tinggal mereka. Umumnya mereka yang menghuni rumah terapung, merupakan keturunan salah satu anggota keluarga mereka yang pernah tinggal di rumah terapung.  Rumah berpondasi bambu yang ada di atas air itu disebut oleh warga Kota Palembang, Sumatera Selatan dengan nama Rumah Rakit atau Rumah Terapung, karena terapung-apung di atas sungai. Konon, rumah-rumah rakit yang dibangun di pinggir-pinggir Sungai Musi ini dulunya dihuni oleh warga keturunan Tionghoa. 

Tentu berbeda rasanya tinggal di rumah yang berpondasi batu atau tanah dengan tinggal di rumah yang pondasinya dari bambu di atas air. Dengan sistem knockdown, maksudnya bagian-bagian rumah, seperti pintu, jendela, dan lainnya sudah dibuat lebih dulu dengan bahan bangunan kayu. Rangka rumah pun sudah terpasang dengan pondasi rumah rakit yang terbuat dari bambu. Kekurangan dari rumah terapung ini tentu karena berdiri di atas air, bambu pondasi rumah sering rusak jika tidak secara rutin diganti.

Perlengkapan rumah tangga didalamnya sama seperti di rumah tangga yang berada di darat. Asyik juga kok untuk ditempati sebagai rumah tinggal. Di dalamnya ada ruang tamu, ada ruang tidur, ruang tengah untuk nonton tv, kamar mandi, dapur, ya, layaknya rumah tinggal kita di daratan. Walau tak jarang kebanjiran saat air sungai pasang atau saat perahu besar melintas, penghuni rumah terapung mendapatkan berkah tersendiri saat kedatangan turis yang bisa menambah kocek mereka. Meski demikian, penghuni rumah terapung menghidupi keluarga mereka dari berjualan hasil sungai seperti udang atau ikan yang didapat dari pemasok di darat. Selain itu, dari luar rumah terapung, kita bisa melihat pemandangan eksotis Jembatan Ampera yang menjadi ikon Palembang menghubungkan dua bagian kota yaitu Palembang Hulu dan Palembang Hilir. Ya...memang sebagai kota sejarah, bumi Sriwijaya memmang menyimpan banyak keindahan alam.

Referensi:

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Potret-Negeriku/Warisan-Nusantara/Terapung-apung-di-Rumah-Rakit

Pecinta Hamster

Hewan peliharaan rumah, hamster sebagai hewan pengerat banyak disukai masyarakat Indonesia tak terkecuali di kota Palembang. Hewan berbentuk mini, berbulu dan berbadan gemuk ini mudah dipelihara karena tidak membutuhkan kandang yang besar. Tak heran jika hamster banyak dipelihara mulai dari para karyawan, mahasiswa dan para siswa sekolah menengah umum. Di Palembang sendiri saat ini sudah ada komunitas pencinta hamster. Berawal dari hobi memelihara hamster inilah yang menjadikan komunitas pecinta hamster hadir di kota mpek-mpek. Biasanya komunitas pecinta hamster kumpul di Taman Kota Kambang Iwak Palembang setiap hari minggu.



Yang menarik dari hamster adalah bulunya, kejinakan, kebersihan dan kesehatannya. Jenis hamster yang banyak diminati adalah hamster syrian, hamster campbell, hamster roborovski, dan hamster winterwhite.
Berikut ini karakter masing-masing hamster berdasarkan jenisnya.

Sebutan Inggris lain: Golden Hamster, Teddy Bear Hamster
Latin: Cricetinae Mesocricetus auratus
Panjang tubuh: 16-18 cm
Batas umur rata-rata: 2-3 tahun
Karakter: Soliter


Inggris: Campbell Hamster
Sebutan Inggris lain: Dwarf Campbell's Russian Hamster
Latin: Cricetinae Phodopus Sungorus campbellii
Panjang tubuh: 8-11 cm
Batas umur rata-rata: 2-2.5 tahun
Karakter: Berkoloni


Inggris: Roborovski Hamster
Sebutan Inggris lain: Desert Hamster Latin: Cricetinae Phodopus roborovskii
Panjang tubuh: 4-5.5 cm
Batas umur rata-rata: 2.5-4 tahun
Karakter: Berkoloni


Inggris: Winter White Hamster
Sebutan Inggris lain: Dwarf Winter White Russian Hamster
Latin: Cricetinae Phodopus Sungorus sungorus
Panjang Tubuh: 9-12 cm
Batas umur rata-rata: 2-2.5 tahun
Karakter: Berkoloni


Selain menjadi keasyikan tersendiri, merawat hamster juga dapat menambah kocek sang empunya hamster. Mudahnya merawat hamster dan pakannya yang mudah didapat membuat para pecinta hamster semakin menggemari hamster yang dapat dijadikan sumber penghasilan tambahan. Jika dapat merawatnya dengan baik dan sehat, tak jarang hamster bisa dijual belikan kepada sesama pecinta hamster. Hasil pernikahan sesama hamster dapat melahirkan hamster baru yang bisa dijual kembali. Selain untuk melestarikan keberadaan hamster, komunitas hamster juga menjadi ajang silahturahmi sesama pecinta hamster.

Referensi:
Video: Liputan Tim, Pipit Febri dan Sukma Aldino Oktober 2011

Selasa, 01 Januari 2013

Novel Inspiratif Tentang Pendidikan Anak Usia Dini Belajar Dari Totto Chan

Ada satu novel popular Jepang yang inspiratif mengenai metode belajar anak-anak, yakni Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela, kisah nyata yang ditulis oleh Totto-chan (nama kecil Tetsuko Kuroyanagi). Diterbitkan pertama kali di Jepang pada tahun 1981 oleh Kodansha International, Ltd. Di Indonesia, buku ini diterbitkan pertama kali tahun 2003 oleh Gramedia Pustaka Utama.


Kisah ini terjadi pada masa Perang Dunia II (sebelum peristiwa peledakan bom atom) di Jepang. Seorang gadis kecil berusia tujuh tahun dikeluarkan dari sekolahnya karena sang guru tidak tahan dengan ulahnya yang nakal dan cerewet. Puncak kekesalan sang guru akhirnya Totto Chan terkena sanksi : DROP OUT dari sekolahnya.

Apa sebenarnya yang telah dilakukan Totto Chan? Asal tahu saja, ia bukanlah anak yang terlalu mudah dibayangkan sebagai anak bandel dan anti pendidikan. Stigma nakal dan cerewet dari gurunya di masa kecil hanyalah sebuah proses perkembangan anak yang tidak atau belum sepenuhnya dipahami oleh sang guru. Ini terbukti setelah ia menjalani pendidikan di sebuah sekolah yang tepat menurut keinginannya Totto Chan pun tumbuh dan berkembang secara maksimal, matang, cerdas, dan dewasa.

Kini, Totto Chan dewasa bernama Tetsuko Kuroyanagi, berprofesi sebagai presenter TV yang sangat populer di negaranya. Namanya bahkan juga menjadi title sebuah program Tetsukos Room. Bahkan, pikiran-pikirannya tentang pendidikan kini dijadikan sebagai rujukan standardisasi sistem pendidikan nasional di Jepang. Tetsuko juga terpilih menjadi duta Unicef untuk anak-anak terlantar di dunia.
Apa yang menarik dari pengalaman pendidikan Totto Chan? Dia belajar di sebuah sekolah yang ruangan kelasnya adalah bekas gerbang kereta api. Bisa dibayangkan betapa sederhananya lembaga pendidikan seperti ini.

Tetapi dari sekolah inilah Totto Chan banyak belajar tentang kehidupan karena itu sekolah ini dinamai Tomoe-Gakuen (sekolah kehidupan). Dari sekolah ini pula Totto Chan belajar cinta dan kesetaraan, tanpa membedakan atas yang lain. Setiap anak mempunyai hak dan kedudukan yang sama, tidak peduli mereka pintar atau bodoh, tetapi mereka adalah bagian dari suatu keluarga. Karenanya prinsip utama dalam belajar adalah melakukannya dengan rasa senang.
Kepala sekolah, Sosaku Kobayashi, adalah seorang pendidik yang baik dan bijaksana. Ia menerapkan sistem pendidikan di sekolahnya, Tomoe Gakuen, berbeda dari sekolah-sekolah konvensional di Jepang lainnya. Ia memang telah belajar bertahun-tahun, salah satunya di Eropa, sebelum kemudian ia mendirikan Tomoe Gakuen. Ia mendidik murid-muridnya dengan “menyerahkan”nya pada alam dan membiarkan mereka tumbuh sesuai kepribadian dan talentanya masing-masing. Ia selalu berusaha memahami murid-muridnya dan membuat mereka senang. Inilah yang membuat Totto-chan dan teman-temannya begitu dekat dengan Mr. Kobayashi sampai-sampai menganggapnya sebagai teman.

Benar-benar cerita yang patut di baca oleh setiap anak Indonesia dan para guru di Indonesia. Humanis, ceria, dan berwawasan. 

Senin, 31 Desember 2012

Save Earth, Crush it !

Hai sobat muda, sudah pada tahu kan klo limbah plastik itu sangat berbahaya bagi kehidupan. Tidak jarang, saat ini banyak kampanye menyerukan remukan botol air mineral setelah meminumnya, lalu dibuang ke tempat sampah. So pasti... bisa dibayangkan dunk klo botol air minum kemasan yang dibuang begitu saja tanpa meremukannya terlebih dahulu, membuat volume tempat sampah semakin banyak. Sobat muda bisa bayangi klo beberapa tahun mendatang sekitar 250 juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah. Mau? No. Way !!! Coba cek deh di Ades Indonesia.





Mulai dari diri kita sendiri dan ajak orang di sekitar kita untuk meneriakan "Stop Global Warming". Semakin hari bumi semakin tua, semakin panas, dan semakin sempiiiitt... !! ayo berbuat sesuatu untuk menyelamatkan bumi yang kita cintai ini. Mulailah dari komunitas terkecil, ajak mama, papa, nenek, kakek, adik-adik, keponakan, anak-anak, untuk meremukan botol air kemasan setelah meminumnya.

Sebuah perubahan besar selalu diawali dengan sesuatu yang sederhana. “Caranya gampang banget, Sob!”. Udah pada coba blum ngecrush botol plastik kosong? Gampang caranya ga usah susah-susah amat, dan asyik lagi. Apalagi pake botol Ades, yang plastiknya lebih tipis dibanding kemasan botol air mineral pada umumnya. Seru abis! Ngecrush... Let's save earth! Cara asyik remukan botol minum kosong, habiskan airnya terus...langsung remukan botol dari bagian tengah botol. Genggam, remukan dan Crekk...crekk...crekk. Yap...Si botol kosong remuk di genggaman tangan saya. Jadi lebih kecil dan ringan. Langsung deh... dibuang ke tempat sampah @__@ Minum airnya, then, just grab it, crush it, and move to trash.@_@ So simple.! Ayo selamatkan bumi kita ini, mulai dari diri kita dan sebarkan virus “Save Earth, Happy crushing” ke temen-teman sekalian. Creekk...creekk...crekk.

Sumber:
https://www.facebook.com/AdesIndonesia